Eka Rizka Y, adalah seorang wanita kelahiran Australia, saat berusia 10 tahun Rizka pindah ke bogor, dan pindah ke Sumenep saat berumur 15 tahun. Dia adalah salah satu pemilik Dapoer Ibuw. Mereka sekeluarga memulai bisnis pada tahun 2017, usahanya berawal dari hobby sang ibu memasak, dan karena Rizka sering membawa teman-teman nya ke rumah untuk makan, banyak temannya menyarankan untuk berjualan, akhirnya Rizka pun memulai usahanya, awalnya hanya menjual pempek. Namun sekarang Dapoer Ibuw menjual rice bowl, dan pada saat di bogor, ia sempat mencoba ayam suwir sambal hijau, dan karena di Sumenep belum ada yang menjual menu ini, akhirnya dia memutuskan untuk menjual menu ini dan laris di pasaran Sumenep.

Ibu Rizka adalah seorang yang memperhatikan kualitas bahan, apalagi untuk berjualan, yang menjadi salah satu resep terbaik dari produk Dapoer Ibuw, selain rasa nya yang enak, semua kualitas bahan juga diperhatikan, sehingga Rizka pun mengakui bahwa karena itu keuntungan yang dapat di dapatkan tidak banyak.

Pada tahun 2018 Rizka berjualan menggunakan gerobak di Jl. Dipenogoro, namun karena sibuk dan tidak sempat mengurus, akhirnya Rizka memutuskan berjualan di rumah. Namun berjualan di rumah membuat produksinya semakin baik, bisa menjual sampai 100 porsi dalam sehari, namun Rizka mengakui bahwa dalam bisnis tidak ada yang mulus, pasti ada naik turunnya.

Apalagi semenjak pandemi ini, Rizka mengalami penurunan penjualan. Namun ini yang membuat Rizka belajar ujarnya, dia ingin belajar usaha lebih banyak dan Rizka pun sudah membuat perencanaan untuk Dapoer Ibuw. dan semenjak ayah nya pensiun, Rizka memutuskan untuk membuat usaha ini menjadi penghasilan utama keluarga nya dan serius dalam menjalaninya.

Rizka selama ini tidak pernah mendapatkan informasi tentang bantuan UMKM dari pemerintah, sehingga dia berharap pemerintah lebih memerhatikan UMKM di Sumenep dan memberikan informasi yang merata kepada seluruh pelaku usaha. Agar jika ada program pemerintah dalam bentuk apapun terkait UMKM, dapat diakses dengan mudah dan mengikutinya, karena dia mengakui sangat minim ilmu dan informasi dalam dunia usaha, dan berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan usaha-usaha kecil seperti ini.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *