Alphanews.id, Sumenep – Pria yang akrab dipanggil Mas Choirul adalah pemilik dari wedang uwuh atau wedang sampah ini adalah pria kelahiran Sumenep yang memproduksi wedang uwuh khas Sumenep.

Wedang Uwuh atau wedang sampah ini sendiri berasal dari Jogjakarta, asal mula minuman kesehatan ini sendiri dibuat dari sisa sisa bahan dapur keraton, sehingga disebut wedang sampah. Tetapi wedang uwuh ini ternyata mendapatkan respon yang baik dari keluarga keraton sehingga disajikan menjadi minuman kesehatan bagi masyarakat. Tak berhenti disitu minuman ini mulai menyebar di seluruh Jawa dan sampai ke pulau madura, yang awalnya komposisinya hanya Jahe, Kapulaga, Secang, dan Cengkeh, dengan keberagaman komposisi wedang uwuh yang ditambah berbagai macam rempah-rempah daun-daun herbal, bahkan sampai safron, minuman kesehatan ini mulai dikenal dan populer di Indonesia.

Mas Choirul awalnya hanya berjualan wedang ini di Madiun milik temannya, karena dia melihat potensi minuman ini, beliau membuat produksi sendiri dengan merek “Wedang Uwuh Keraton”. Pada tahun 2015 beliau menekuni usaha travel sampai tahun 2020, dimana Covid-19 mempengaruhi usaha travel tersebut dan akhirnya vacum untuk sementara. Namun pada saat beliau memustuskan usaha wedang ini, permintaan pasar sangat tinggi karena minuman kesehatan ini dapat meningkatkan sistem imun tubuh. Tentu saja Mas Choirul dan istri menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi yang membuat wedang ini sangat nikmat dan membuat tubuh langsung menjadi segar setelah meminumnya, terbukti dengan antusias masyarakat akan minuman ini, beliau bahkan sampai mendistribusikan minuman ini sampai ke Tangerang, Semarang dan Surabaya. Bersama dengan istrinya, Mas Choirul sanggup memproduksi hingga 50 pak dalam sehari.

Untuk penyajiannya wedang uwuh ini bisa di seduh atau direbus, namun paling cocok disajikan dengan cara direbus terlebih dahulu tanpa gula batu. Setelah matang baru ditambahkan gula sesuai selera. Dimana pada saat direbus, bahan-bahan tersebut akan mengeluarkan aroma dan kandungan di dalamnya sebelum terikat dengan gula.

Harapan Mas Choirul terkait UMKM adalah sebaiknya UMKM lebih di bina dalam kemampuan dalam usaha, seperti bagaimana mencari pasar, cara mempertahankan kualitas produk, cara promosi dll. daripada permodalan dana. Karena menuru Mas Choirul hal ini akan lebih berguna untuk UMKM. Beliau berkata banyak UMKM bermunculan, terutama di kalangan anak muda, namunm karena tidak ada pembinaan yang tepat, banyak dari UMKM di Sumenep tersebut akhirnya terpaksa gulung tikar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *