Oleh: Eca 22 September 2020

alphanews.id – Berkembangnya teknologi di era milenial masa kini semakin membuka jalan bagi manusia untuk terus berkembang menciptakan alat kecanggihan – alat yang mempermudah kehidupan sehari-hari. Tekhnologi yang berkembang pesat ini semakin mudah di jangkau oleh seluruh masyarakat dunia dan tidak menutup kemungkinan hingga pelosok dan daerah-daerah Kehilangan. Semua terasa dipermudah dengan adanya teknologi yang sangat mutakhir hingga segala hal dapat dilakukan hanya dengan satu genggaman saja.

Dunia E-sport masa kini sudah semakin berkembang jika dibandingkan masa lalu yang hanya di pandang sebelah mata. Bahkan banyak kaula muda yang mulai menggaandrungi E-sport karena memang hadiah yang tidak sedikit. Berbeda dari masa lalu, dimana game hanya dapat dimainkan melalui komputer saja. Ya, keterbatasan game beberapa waktu lalu memanglah berbanding terbalik dengan era masa kini yang hanya menggunakan gadget (smartphone) sudah bisa memainkan game bahkan menghasilkan pundi-pundi rupiah jika ditekuni dengan serius.

Berawal dari kebosanan dikala pandemi covid-19 menyerang bangsa dan seluruh penjuru dunia ini, melatar belakangi sekumpulan remaja sumenep untuk menciptakan suatu event organizer yang khusus menekuni dunia E-sport. 7 bulan memanglah bukan waktu yang lama, tetapi hal ini dapat membuktikan bahwa “Nodana” mampu memberikan tempat bagi para pecinta game sebagai salah satu wadah untuk bertanding secara sportif.

Memang bukan hal yang mudah bagi Nodana untuk bisa mewadahi anak muda pecinta game online ini untuk bisa mengadakan event-event terkait game di Sumenep saat ini. Selain memang keadaan pandemi saat ini, masalah internal juga kerap muncul, seperti pendapat yang terjadi antar tim yang mengambil jalan tengahnya melalui voting hingga mempengaruhi dari segi dampaknya terhadap tim. Kekompakan dan meluangkan waktu untuk cangkruan bersama juga salah satu cara agar tim tetap solid dan selalu kompak. “Selain itu kami juga member di salah satu tempat bulu tangkis di sumenep, jogging dan bersepeda bersama” ujar Aji selaku ketua pelaksana dari tim EO Nodana. Waktu yang tidak menghalangi mereka untuk menghabiskan waktu bersama di tengah-tengah kesibukan dan pandemi covid saat ini.

Berdiri sendiri tanpa ada pembimbing khusus dalam dunia per EO yang menjadikan banyak pengalaman yang dirasakan tim, seperti pembinaan jadwal dan keperluan segala keperluan tim lain saat bertanding menjadi tantangan. Member salah satu tim e-sports ternama di sumenep ini (EoN) menerangkan bahwa nama Nodana sendiri memiliki makna yang unik, bagaimana tidak jika arti sebenernya dari nama tim ini ialah “no-dana” atau yang berarti “tidak ada dana” dan saling berbagi untuk bisa mencapai semua tujuan meskipun dengan cara ‘patungan antar tim’. Kecintaannya akan game dunia dan kerinduannya akan turnamen offline membuat tim Nodana memberanikan diri mengadakan turnamen offline di tengah-tengah pandemi saat ini dengan mengutamakan protokol kesehatan (menggunakan masker,

Ia juga berpesan kepada EO lainnya agar selalu memberikan yang terbaik untuk peserta dan juga penonton yang ikut memeriahkan acara. Dan untuk para gamers selalu menjunjung tinggi sportifitas dalam bermain.
Nodana juga menggarap Kompetisi ‘creative post’ dengan tajuk yang sama dengan turnamen offline PUBG-nya, yakni “pedjoang millenial”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *